Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 73
Apa Benar Gula Aren Lebih Sehat dari Gula Pasir? Ini Fakta Nutrisinya
Gula berbahan nira pohon aren punya keistimewaan dari segi rasa dan nutrisinya. Lalu, benarkah gula aren lebih sehat dari gula pasir? Begini penjelasannya.
Gula aren adalah gula yang dihasilkan dari nira pohon aren. Ciri khasnya memiliki warna kecokelatan hingga cokelat tua.
Gula aren asli terbuat dari nira yang berasal dari tandan bunga jantan pohon aren atau pohon enau. Nira yang sudah dikumpulkan akan direbus hingga mendidih dan mengental.
Nira akan dipanaskan untuk menyerap kadar air, hingga diperoleh sirup kental dan sari manisnya. Kemudian, sirup direduksi menjadi kristal.
Setelah itu didiamkan sampai dingin dan mengeras. Semakin lama nira dimasak, maka warna yang dihasilkan bakal semakin gelap. Hal inilah yang membuat rasanya semakin kaya.
Bentuk dan rasa gula aren
Gula aren memiliki tekstur cenderung kering dan berbutir agak kasar. Kita bisa membeli gula aren dalam bentuk balok, butiran, dan cair di toko-toko.
Gula aren punya rasa karamel yang lembut. Jika dalam bentuk cair, tekstur gula aren menyerupai madu. Dalam bentuk butiran, rasanya tidak jauh berbeda dengan gula putih.
Biasanya, gula aren digunakan untuk bahan membuat kue, roti, pemanis pada minuman, hingga tambahan masakan.
Nutrisi gula aren
Karena gula aren merupakan gula yang tidak dimurnikan, sehingga banyak mengandung vitamin dan mineral.
Gula aren mengandung:
Kalium
Fosfor
Seng
Besi
Mangan
Tembaga
Sejumlah kecil fitonutrien (seperti polifenol, flavonoid, dan antosianidin)
Antioksidan
Vitamin B
Tiamin
Riboflavin
Asam folat
Kolin.
Gula aren mengandung 16 asam amino, sama seperti yang ada dalam nira tempat gula aren berasal. Asam amino merupakan bahan penyusun protein dan dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perbaikan sel.
Manfaat konsumsi gula aren
Gula aren kaya akan kandungan nutrisi. Pasalnya, ia merupakan pemanis alami berbasis tanaman. Nutrisi ini bisa mendukung tubuh dalam berbagai cara.
Dikutip dari The Divine Foods, adapun beberapa manfaat gula aren bagi kesehatan di antaranya:
Membantu mengendalikan bakteri dalam usus
Meningkatkan pencernaan yang baik
Meningkatkan penyerapan mineral tubuh
Mempunyai kadar kalium yang lebih tinggi daripada sayuran hijau dan pisang.
Selain itu, gula aren dikenal mengandung serat makanan yang disebut inulin. Kandungan tersebut diketahui bisa menjaga kadar gula darah, dan rendahnya fruktosa.
Benarkah gula aren lebih sehat dari gula pasir?
Indeks glikemik (IG) gula aren itu rendah. Glikemik indeks gula aren 35, sedangkan gula pasir bisa mencapai 65, madu 55, dan gula meja (sukrosa) 68.
IG yang rendah menunjukkan bahwa makanan itu diserap secara perlahan, sehingga mencegah lonjakan kadar insulin. Para peneliti telah menemukan bahwa GI gula aren adalah 35, dibandingkan dengan madu yang 55 dan gula meja yang 68.
Telah disinggung sebelumnya bahwa gula aren mengandung inulin, yang dikaitkan dengan risiko lonjakan gula darah yang lebih rendah. Ini bisa membantu meningkatkan kadar glukosa darah serta mencegah kondisi seperti gula darah rendah, atau hipoglikemia.
Itulah alasan mengapa gula aren dianggap lebih sehat daripada gula putih atau gula pasir.
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 90
Ilustrasi. Hindari beberapa jenis makanan agar tak rusak ginjal (istockphoto/blueshot)
Ginjal merupakan organ vital di dalam tubuh yang berfungsi menyaring limbah dan racun dari tubuh kita setiap harinya.
Dalam kondisi sehat, ginjal dapat bekerja dengan sangat baik tanpa perlu melakukan detoks atau pembersihan khusus.
Mengutip Eating Well, ginjal tak hanya menyaring zat-zat berbahaya, tetapi juga menjaga keseimbangan cairan, mineral, dan elektrolit. Semua hal ini penting agar jantung berdetak dan saraf berfungsi dengan baik.
Organ ini juga memproduksi hormon yang membantu pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan tulang. Sayangnya, ada beberapa hal yang dapat mengganggu kesehatan organ ini, termasuk makanan.
Makanan yang merusak ginjal
Penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi biasanya menjadi penyebab utama penyakit ginjal yang kini makin banyak dialami orang.
Jadi, Anda tidak cuma harus menghindari makanan yang merusak ginjal. Mengurangi risiko diabetes dan tekanan darah tinggi dengan pola makan dan gaya hidup sehat juga penting.
Mencegah kerusakan ginjal sejak dini tentu lebih baik daripada mengobatinya di kemudian hari. Pasalnya, jika sudah terkena penyakit ginjal, pilihan makanan yang bisa dikonsumsi akan lebih terbatas.
Merangkum dari berbagai sumber, berikut daftar makanan yang merusak ginjal dan perlu dibatasi konsumsinya:
1. Makanan olahan
Makanan olahan sering kali mengandung banyak bahan tambahan, seperti garam, gula, lemak tidak sehat, dan bahan kimia buatan yang berlebihan.
Mengutip National Kidney Foundation, makanan ini biasanya rendah serat, protein, dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan tubuh. Sebuah penelitian di 2022 menunjukkan, konsumsi makanan olahan secara berlebihan meningkatkan risiko penyakit ginjal hingga 24 persen.
2. Daging
Protein memang penting untuk membangun otot, memperbaiki jaringan, dan menjaga daya tahan tubuh. Namun, terlalu banyak mengonsumsi protein hewani, seperti daging merah dan telur yang tinggi lemak jenuh bisa membebani kerja ginjal.
Pilihlah sumber protein yang lebih sehat, seperti ikan, unggas tanpa kulit, dan produk susu rendah lemak untuk mendukung kesehatan ginjal sekaligus menjaga kesehatan jantung.
3. Gula
Gula berperan besar dalam peningkatan risiko obesitas, yang kemudian dapat memicu tekanan darah tinggi dan diabetes. Ingat, ini dua faktor utama penyebab penyakit ginjal, jadi harus dibatasi.
Anda juga perlu berhati-hati dengan makanan dan minuman kemasan yang terkadang mencantumkan gula dengan nama lain. Misalnya, sukrosa, laktosa, maltosa, dekstrosa, dan berbagai nama lain.
4. Minuman beralkohol
Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, minuman beralkohol juga dapat merusak fungsi ginjal. Tak cuma ginjal, alkohol juga dapat merusak hati.
Minuman ini menyebabkan dehidrasi yang mengganggu keseimbangan cairan tubuh dan meningkatkan tekanan darah. Hal ini membuat ginjal harus bekerja lebih keras.
5. Soda
Minuman bersoda, terutama yang berwarna gelap, mengandung fosfor buatan yang tinggi. Fosfor memang mineral penting untuk tulang, tetapi ginjal yang sehat saja harus bekerja keras untuk mengeluarkan kelebihan fosfor ini.
Konsumsi fosfor buatan dalam soda gelap dapat membebani ginjal dan meningkatkan risiko gangguan ginjal. Selain itu, soda juga mengandung gula tambahan yang tidak baik untuk kesehatan
6. Makanan cepat saji
Makanan cepat saji umumnya kaya akan lemak jenuh, gula, kalori, dan natrium, tetapi minim nutrisi penting. Diet yang ramah ginjal, harusnya terdiri dari buah-buahan, sayuran, karbohidrat kompleks, dan protein tanpa lemak.
Karena makanan cepat saji tinggi sodium, lemak jenuh, dan fosfor, konsumsi berlebihan bisa merusak ginjal. Meski praktis dan cepat, batasi konsumsi makanan seperti ini agar ginjal tetap sehat.
7. Keju olahan
Tidak semua keju sama. Ada beberapa keju olahan mengandung kadar natrium dan fosfor yang tinggi. Produk seperti ini sering kali bukan keju asli, melainkan "produk keju" yang mengandung bahan tambahan.
Sekalipun dikonsumsi dalam porsi kecil, keju olahan ini dapat menambah beban natrium dan fosfor dalam tubuh yang tentu tidak ideal untuk ginjal. Pilihlah keju alami seperti cheddar yang lebih ramah bagi kesehatan ginjal.
Menjaga kesehatan ginjal dimulai dari pola makan yang tepat dengan membatasi konsumsi makanan yang merusak ginjal. Utamakan real food, alias makanan segar dan alami untuk mendukung fungsi ginjal optimal.
Dengan menerapkan pola makan sehat sejak dini, Anda bisa mencegah risiko penyakit ginjal yang serius di masa depan.
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 206
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 125
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 93
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 130