Top Stories
-
Lebih Sehat Mana: Gula Pasir Atau Gula Aren
-
Sebelum Terlambat, Batasi Konsumsi 7 Makanan Yang Dapat Merusak Ginjal
-
Benny K Harman: Amarah Rakyat Harus Dilihat Sebagai Peringatan Keras Kepada DPR
-
Breaking News: Prabowo Resmi Copot Sri Mulyani Dan Budi Arie
-
Kenali Tanda Spoofing, Banyak Modus Baru Penipuan Online
-
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 112
Presiden Jokowi dan SBY mengenakan baju batik
Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, Senin 2 September 2023.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku tidak masalah apabila Demokrat ditawari kursi menteri oleh Jokowi. Itu sepenuhnya kewenangan Jokowi sebagai presiden.
"Sekali lagi itu kewenangan sepenuhnya Presiden untuk mengangkat siapa pembantunya dari partai apa dan seterusnya," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10/2023).
Muzani sampai hari ini belum mengetahui dan mendengar akan ada kabar reshuffle setelah pertemuan Jokowi dan SBY tersebut.
"Tapi reshuffle itu itu kan menjadi hak prerogatif presiden dalam sistem pemerintahan presidensil presiden berhak melakukan evaluasi terhadap pembantu-pembantunya. Sehingga kalau presiden perlu melakukan itu ya tentu menjadi kewenangan presiden," kata wakil ketua MPR RI ini.
"Terkait isi pembicaraan antara Jokowi ya tentu menjadi kewenangan presiden," kata wakil ketua MPR RI ini.
Terkait isi pembicaraan antara Jokowi dan SBY, Muzani mengaku belum mendapatkan bocorannya. Ia pun baru mengetahui pertemuan dari pemberitaan saja.
"Saya tahu ada pertemuan antara Pak SBY dengan Pak Jokowi di istana bogor. Tapi saya sama sekali tidak tahu sampai sekarang bocorannya belum tahu, bisikannya belum ngerti, apa yang dibicarakan," kata Muzani.
Sumber: liputan6.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 104
Foto: iStock
Jakarta - Setiap pekerjaan hadir dengan konsekuensinya masing-masing. Tapi beberapa profesi memiliki risiko yang lebih tinggi hingga bisa mempengaruhi kesehatan. Berdasarkan riset terbaru, orang yang kariernya berhubungan dengan aktivitas fisik disebut dapat berakibat pada potensi demensia dan gangguan kognitif. Apa saja?
Studi tersebut dilakukan tiga organisasi sekaligus yang berfokus pada kesehatan dan penuaan yakni Norwegian National Centre of Ageing and Health, Columbia Mailman School of Public Health, dan Butler Columbia Aging Center. Berdasarkan riset, pekerjaan selama muda terbukti bisa mempengaruhi kesehatan di masa senja.
"Bekerja secara konsisten dalam profesi dengan aktivitas fisik yang sedang atau tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif. Hal itu menunjukkan betapa pentingnya strategi untuk setiap orang yang bekerja menuntut fisik untuk mencegah kerusakan kognitif," kata penulis penelitian.
Seperti apa pekerjaan menuntut fisik yang dimaksud? Para peneliti menyebutkan profesi yang membutuhkan kerja tangan dan kaki secara aktif atau menggerakkan seluruh tubuh selama prosesnya, seperti memanjat, mengangkat, menyeimbangkan, berjalan, membungkuk, dan mengatur barang-barang adalah yang paling berisiko mengalami penurunan daya ingat di masa depan.
Back view of nurse caregiver support walking with elderly woman outdoor Foto: iStock
Berdasarkan studi terbaru ini bergerak selagi bekerja yang juga membutuhkan kemampuan berpikir sama buruknya dengan duduk selama 10 jam. Hal tersebut bisa membuat kondisi semakin parah ketika dijalani di usia lebih matang. Temuan itu diungkap setelah peneliti menguji aktivitas fisik para partisipan di antara usia 33 sampai 65 yang dihubungkan dengan risiko perkembangan dimensia.
"Tuntutan fisik yang lebih tinggi di masa dewasa akhirnya sebelumnya sudah dikaitkan dengan volume hipokampus yang lebih kecil dan kinerja memori yang lebih buruk,"
"Begitu juga dengan orang-orang yang bekerja dalam profesi yang berbahaya secara fisik atau punya tuntutan yang tinggi secara psikologis atau fisik, dikombinasikan dengan kontrol pekerjaan yang rendah ditemukan memiliki kinerja yang lebih buruk pada tes kognitif di usia lanjut," katanya.
Selain karena aktivitas fisik yang tinggi, hal lain yang membuat beberapa pekerja lebih rentan pikun adalah sedikitnya waktu untuk memulihkan diri. Misalnya saja ketika seorang harus menjalani shift malam sehingga kurang tidur atau istirahat di akhir pekan. Sedangkan orang yang tidak terlalu berat pekerjaannya lebih punya kesempatan untuk rehat secara fisik.
Para peneliti pun mengungkap beberapa pekerjaan menuntut fisik yang menurut mereka lebih berisiko mengalami demensia:
1. Salesperson
2. Perawat
3. Asisten perawat
4. Petani
5. Produsen hewan
Studi ini juga meneliti pekerjaan yang tidak membutuhkan banyak bergerak, seperti administrasi, guru, dan lain-lain. Dikatakan jika terutama profesi tersebut justru menstimulasi secara kognitif sehingga bisa mengasah otak sepanjang hidup. Karena itu, untuk mencegah demensia kamu bisa menyeimbangkan kerja keras dengan hal-hal yang merangsang pikiran, seperti membaca, belajar bahasa, menulis, melukis, dan lain-lain.
Sumber: wolipop.detik.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 107

2 Ilmuwan di Balik Vaksin COVID-19 mRNA Raih Nobel Kedokteran
Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Selasa, 03 Okt 2023 07:53 WIB
Jakarta - Dua ilmuwan yang penelitiannya membantu menciptakan vaksin mRNA COVID-19 dianugerahi Hadiah Nobel bidang Kedokteran. Penghargaan tersebut diberikan atas penemuan modifikasi dasar nukleosida yang memungkinkan pengembangan vaksin mRNA efektif melawan COVID-19.
Adalah Katalin Karikó dan Drew Weissman, penemu modifikasi basa nukleosida yang memungkinkan pengembangan vaksin mRNA untuk melawan COVID-19. Keduanya dianggap berjasa membantu mengubah arah pandemi.
"Berkontribusi pada tingkat pengembangan vaksin yang belum pernah terjadi sebelumnya pada salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan manusia di zaman modern," kata juri dikutip dari CNN.
Komite Nobel juga menyebut fleksibilitas dan kecepatan yang mengesankan dalam pengembangan vaksin mRNA membuka jalan bagi penggunaan platform baru ini juga untuk vaksin terhadap penyakit menular lainnya. Teknologi mRNA juga disebut bakal digunakan untuk menyembuhkan kanker.
Karikó, 68, dan Weissman, 64, pertama kali bertemu pada tahun 1990an saat bekerja di University of Pennsylvania setelah bertemu secara kebetulan saat memfotokopi makalah penelitian. Mereka menyadari memiliki minat yang sama sebelum memulai misi penelitian selama puluhan tahun.
Messenger RNA, atau mRNA, adalah blue-print genetik yang dapat menginstruksikan sel untuk membuat protein dalam tubuh. Vaksin melatih sistem kekebalan untuk mengenali dan melawan ancaman seperti virus atau bakteri.
Tidak seperti vaksin tradisional lainnya, virus hidup atau virus yang dilemahkan tidak disuntikkan atau diperlukan.
Untuk COVID-19, vaksin mRNA menginstruksikan sel untuk membuat protein lonjakan yang ditemukan di permukaan virus itu sendiri. Setelah vaksinasi, sel-sel mulai membuat protein, 'melatih' sistem kekebalan untuk mengenalinya dan kemudian membuat sel-sel yang melawannya jika seseorang kemudian terinfeksi virus tersebut
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 245
Peta potensi gelombang tinggi yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Selasa (3/10/2023). (ANTARA/HO-BMKG
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat waspada potensi gelombang tinggi hingga empat meter di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 3-4 Oktober 2023.
"Waspada gelombang tinggi hingga empat meter di sejumlah perairan Indonesia," kata Kepala Pusat Meteorologi Maritim, BMKG, Eko Prasetyo di Jakarta, Selasa.
Ia mengemukakan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara-barat daya dengan kecepatan angin berkisar 8-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan barat Sumatra, Laut Natuna Utara, Laut Jawa dan perairan Merauke," paparnya.
Kondisi itu, kata dia, menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di Selat Malaka, perairan utara Sabang, perairan timur Kepulauan Mentawai, perairan selatan Pulau Sumba, perairan Pulau Sawu-Kupang-Pulau Rotte, Laut Sawu, perairan selatan Flores, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Samudra Hindia Selatan NTT, Laut Natuna Utara, Selat Karimata Selatan, Laut Jawa bagian timur, perairan selatan Kalimantan, dan Laut Arafuru bagian timur.
Untuk gelombang lebih tinggi di kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan barat Aceh-Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu-barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten-Jawa Timur, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, perairan selatan Bali-Sumbawa, Samudra Hindia Selatan Banten-NTB.
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata Eko Prasetyo.
Terkait potensi gelombang tinggi itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan untuk memerhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, seperti dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m), kapal tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m).
Kemudian, kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m). Dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter).
Sumber: antaranews.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 84

Presiden Joko Widodo saat berbincang dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/10). Keduanya melakukan pertemuan di teras belakang Istana Merdeka. (Laily Rachev / Biro Pers Setpres)