Top Stories
-
Lebih Sehat Mana: Gula Pasir Atau Gula Aren
-
Sebelum Terlambat, Batasi Konsumsi 7 Makanan Yang Dapat Merusak Ginjal
-
Benny K Harman: Amarah Rakyat Harus Dilihat Sebagai Peringatan Keras Kepada DPR
-
Breaking News: Prabowo Resmi Copot Sri Mulyani Dan Budi Arie
-
Kenali Tanda Spoofing, Banyak Modus Baru Penipuan Online
-
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 453

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini mengenai dampak hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada Senin.
Menurut prakiraan BMKG, hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang berpeluang terjadi di bagian wilayah Provinsi Aceh, Bali, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Bagian wilayah Provinsi Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan juga menghadapi potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Hujan lebat bisa menyebabkan bencana alam. Warga yang tinggal di daerah rawan bencana diimbau mewaspadai kemungkinan terjadi bencana banjir dan tanah longsor.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto sebelumnya mengatakan bahwa bibit siklon tropis 90S yang terbentuk di sekitar Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Tengah dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah daerah.
Bibit siklon dengan kecepatan angin maksimum 25 knot (46 km/jam) itu, menurut dia, juga bisa menyebabkan gelombang setinggi 2,5 sampai empat meter di Samudra Hindia selatan Jawa
(ANTARA)
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 460
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata, menyatakan pertimbangan Mahkamah Agung (MA) dalam menjatuhkan vonis 5 tahun penjara terhadap Edhy Prabowo tidak mencerminkan keagungan mahkamah.
KPK, lanjut dia, kecewa dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim kasasi pada 7 Maret 2022 lalu.
"Ini memang beberapa putusan MA terkait perkara yang ditangani ini, ya, agak-agak dari sisi kami memang sangat mengecewakan terhadap pertimbangan-pertimbangan yang dibuat majelis hakim MA yang rasa-rasanya kok ya tidak mencerminkan keagungan sebuah mahkamah," ujar Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (11/3).
MA diketahui memotong pidana penjara Edhy Prabowo menjadi 5 tahun dari semula 9 tahun. Alasan MA menjatuhkan vonis ringan karena Edhy telah bekerja baik selama menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Maju. Kinerja baik dimaksud yakni saat Edhy menerbitkan peraturan menteri yang mengizinkan kembali ekspor Benih Bening Lobster (BBL) atau yang dikenal benur.
Alex berpendapat tidak sepatutnya MA menilai baik atau buruk sebuah kebijakan.
"MA ini seolah-olah hakimnya men-judge, menghukum kebijakan yang lalu tuh tidak benar kan seperti itu, makanya dikoreksi dan dianggap itu sebagai suatu hal yang baik. Saya hanya sebatas membaca berita di koran dan itu pun sudah membuat dahi saya mengernyit," ucap mantan hakim tindak pidana korupsi ini.
Meskipun begitu, KPK, lanjut Alex, tetap menghormati setiap putusan hukum yang dijatuhkan lembaga peradilan.
"Saya kira kita harus patuh apa pun karena aturan mainnya seperti itu, ya. Seburuk apa pun putusan hakim itu kita harus hormati dan laksanakan," imbuhnya.
Sebelumnya, MA menghukum Edhy dengan pidana 5 tahun penjara (sama dengan tuntutan jaksa KPK) dan pencabutan hak politik selama 2 tahun. Vonis ini lebih ringan daripada putusan sebelumnya yakni Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menghukum Edhy dengan 9 tahun penjara dan pencabutan hak politik selama 3 tahun.
Edhy turut dihukum pidana denda Rp400 juta subsidair 6 bulan kurungan dan pidana uang pengganti sebesar Rp9.687.447.219 dan US$77.000 dengan memperhitungkan uang yang telah dikembalikan.
Putusan di tingkat kasasi ini diadili ketua majelis Sofyan Sitompul dengan hakim anggota masing-masing Gazalba Saleh dan Sinintha Yuliansih Sibarani
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 394
Foto: Lokasi emak-emak meninggal saat antri minyak goreng di Berau, Kalau (Dok. Istimewa)
Seorang wanita bernama Sandra (41) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) meninggal saat mengantre minyak goreng di sebuah minimarket. Ibu lima anak itu dilaporkan tiba-tiba batuk dan kejang-kejang lalu terjatuh di lokasi antrean.
"Kejadian tadi pagi yang bersangkutan baru tiba sekitar 10 menit, saat antre ibu tersebut batuk-batuk dan terjatuh lalu kejang-kejang," ucap Kapolres Berau AKPB Anggoro Wicaksono saat kepada detikcom, Sabtu (12/3/2022).
Peristiwa itu terjadi di halaman sebuah minimarket di Jalan Kampung Cina, Kecamatan Teluk Bayur, Berau. Sandra sebenarnya sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong.
"Iya meninggal saat perjalanan ke rumah sakit," kata Anggoro.
Menurut Anggoro, korban sempat mengeluh sakit di bagian dada. Keluhan itu disampaikan korban kepada suaminya.
"Sebelum berangkat mengeluh sakit di dada, keterangan dari suami juga mengaku istrinya punya riwayat asma," terangnya.
Anggoro menerangkan, saat kejadian situasi di halaman minimarket tidak begitu padat dan tidak terjadi desak-desakan dikarenakan minimarket tersebut masih keadaan tutup.
"Nggak ada desak-desakan, soalnya minimarket masih keadaan tutup," ungkapnya.
Almarhum kini telah dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga disebut menolak visum terhadap jenazah. detik.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 338

Saya mendapat kirim artikel surat kabar online mengenai Kejaksaan memeriksa Leasing yang dilakukan Garuda.
ini 100% benar.
Sekarang sudah beberapa orang / pejabat Garuda yang ditahan karena diduga mendapatkan bagian aliran dana.
Yah itu adalah risiko kalau memang mendapat bagian dari "ALIRAN" dana yang haram.
Namun saya sangat mengharapkan Kejaksaan tidak hanya memeriksa orang orang kita (Manajemen / Agen / Broker) bangsa Indonesia, tapi juga harus menemukan bagaimana Para Lessor (Leasing Company) membeli pesawat Garuda , kemudian menyewakannya kembali ke Garuda dengan Nilai yang jauh lebih tinggi dari Harga Pasar.
SIapa yang mendapatkan keuntungan?
Hal ini harusnya dibawa ke investigator dan pengadilan Internasional atau di Negara dimana perusahaan Lessor itu didirikan secara hukum, untuk dituntut ketidak patutan dalam memberikan Kredit yang berlebihan, dengan memakai asumsi PERUSAHAAN BUMN itu adalah perusahaan negara.
Saya dua tahun lalu sudah melaporkannya ke pada DIRJEN HUKHAM, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, namun mereka tidak mau atau tidak bisa mengatasinya, padahal ada konsultan hukum di LN yang bisa mewakili Indonesia (Memang biayanya tidak Murah tapi kan ini bisa dipakai untuk renegosiasi harga dan Hutang yang angkanya cukup besar).
Betul BUMN adakah perusahaan negara tapi kan tidak 100%, oleh karena sudah menjadi perusahaan Publik. dimana kepemilikan itu hampir 49% dimiliki Non PEMERINTAH. Jadi asumsi mereka bahwa negara yang bertanggung jawab 100% juga tidak benar.
PERIKSA LESSOR LESSOR ASING dengan memakai tenaga bantuan HUKUM luar negeri dan dalam negeri. Memang repot, tapi kalau mau membongkar kejahatan besar, memang harus juga kerja besar dan tidak mudah.
Sekarang yang jadi korban pemeriksaan adalam karyawan atau manajemen menengah yang sebetulnya mendapat instruksi dari atasan, yang juga mendapat instruksi dari atasannya lagi.
Kita tunggu SIAPA yang mendapatkan keuntungan terbesar dari transaksi transaksi Garuda yang fantastis itu.
Apakah ada orang sipil? atau petinggi? adakah petinggi Partai Politik? Adakah petinggi instansi Pemerintah?
Kita tunggu Kejaksaan membeberkannya secara terbuka KALAU MEMANG DAPAT DIBUKTIKAN.
Peter F. Gontha
https://www.facebook.com/100002198053795/posts/4914402955309591/
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 303
Selama puluhan tahun negara US membeli minyak dari Arab dan negara lain. Trump melihat kemampuan US untuk memproduksi minyak di dalam negeri sendiri untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat US sehingga begitu beliau menjadi Presiden, ketergantungan import minyak dari luar negeri dikurangi secara drastis dengan mengarah ke swasembada minyak, bahkan saat itu US menjadi exportir minyak terbanyak di dunia mengalahkan Arab Saudi. Pada zaman Trump, rakyat US benar benar bisa menikmati harga bensin murah.
Bulan pertama Biden jadi Presiden tahun 2021, puluhan ribu orang kena PHK karena Biden kembali menutup pipeline yang sudah dibuka oleh Trump dengan alasan ingin menciptakan lingkungan hidup yang bersih jernih. Akibatnya, US kembali mengimport minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Perang Rusia dengan Ukraina yang dimulai sejak 2 minggu lalu memang berdampak pada harga minyak dunia, tetapi kalau saja Biden tidak menutup banyak pipeline di US dan mau melanjutkan apa yang sudah dijalankan oleh Trump (menuju swasembada minyak), maka rakyat US tidak akan dijadikan korban dengan kenaikan harga bensin yang sudah mencapai lebih dari 100% dibanding zaman Trump. Selain itu, harga harga barang groceries kebutuhan pokok juga terus naik.
Ketidakmampuan pemerintah Biden dalam menangani dampak ekonomi dari COVID yang berlarut larut memperparah tingkat inflasi yang kini sudah mencapai 7.9% dibanding bulan January 2022 yang saat itu 7%.
Tadi pagi saya baca berita Biden memohon kepada Arab Saudi dan Venezuela supaya kedua negara tersebut mau menambah produksi minyaknya untuk menurunkan harga minyak dunia. Ternyata, kedua negara tersebut malah mengabaikan permohonan Biden.
Abaian kedua negara tersebut tidak membuat saya kaget mengingat hubungan Saudi dengan US memudar sejak Biden berkuasa. Sedangkan Venezuela wajar menolak karena terlalu banyak sanksi yang dikenakan terhadap negara tersebut oleh US.
Selama 4 tahun Trump berupaya menciptakan banyak perdamaian di TimTeng dengan hasil beberapa negara Arab kini sudah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Beliau juga mampu berdamai dengan Putin bahkan dengan Kim Jong Un, Korea Utara. Sedangkan Biden malah sebaliknya.
Tadi malam teman saya di Los Angeles bilang: “harga bensin naik terus sudah hampir $6 / gallon, harga groceries juga semakin mahal. Jangankan untuk jalan jalan, bahkan sisa gaji untuk ditabungpun kagak ada malah tekor tiap bulan”.
Saya jawab: “jalanin aja hidup jangan suka mengeluh, sama seperti dulu elu senang waktu Trump kalah (saya ngakak ??).
Menikmati hidup tidak harus selalu di saat kita senang (banyak uang) tetapi juga di saat kita susah karena hanya kita yang mampu membuat kita bahagia, bukan orang lain.
Salam.
Raymond Liauw
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10216198080583021&id=1782138055